Kenali Penyakit Rhinitis Alergi dan Gejalanya

Hidung merupakan organ manusia yang memiliki fungsi cukup vital. Jika terjadi gangguan pada organ tersebut, maka bisa dipastikan orang tersebut akan terganggu. Salah satu penyakit yang menyerang organ ini adalah rhinitis alergi. Alergi ini merupakan peradangan yang terjadi di rongga hidung yang diakibatkan oleh reaksi alergi seperti bulu hewan, debu, atau serbuk sari.

Penyakit ini memiliki beberapa gejala yang harus diperhatikan supaya tidak berlarut-larut untuk pulih. Oleh sebab itu, sangat penting bagi semua orang untuk mengetahui jauh lebih dalam tentang penyakit ini seperti gejala, cara mengobati, kapan waktunya harus pergi ke dokter, dan sebagainya. Untuk lebih lengkapnya, perhatikan pembahasan berikut ini.

Gejala Rhinitis Alergi

Tidak semua orang yang menderita penyakit ini akan mengalami gejala yang sama. Ada faktor-faktor lain yang menyebabkan adanya perbedaan ini. Namun, pada umumnya gejala jika seseorang terkena rhinitis alergi antara lain bersin-bersin, mata gatal, pilek, mata membengkak, kelopak mata bagian bawah berwarna agak gelap, muncul ruam, batuk, lemas, dan sakit kepala.

Penyebab Rhinitis Alergi

Pada umumnya, penyakit ini disebabkan karena adanya kelainan respons pada sistem imun tubuh terhadap alergen atau zat yang memicu alergi. Di kondisi normal, zat tersebut tidak terlalu berbahaya untuk tubuh. Akan tetapi, jika seseorang memiliki alergi, sistem imun tubuh akan mendeteksi benda tersebut sebagai ancaman sehingga terjadilah reaksi alergi.

Beberapa yang mungkin bisa menyebabkan alergi antara lain tungau, jamur, debu, bulu hewan, serbuk sari, serbuk gergaji, dan lateks. Selain itu, faktor keturunan, suhu yang dingin, lingkungan lembap, dan polusi udara juga memungkinkan untuk menyebabkan penyakit ini.

Obat-Obatan untuk Rhinitis Alergi

  1. Dekongestan

Dekongestan merupakan obat yang memiliki fungsi sebagai pereda hidung tersumbat. Ada berbagai bentuk dari obat ini, yakni bentuk tablet dan spray. Jika penderita sering kesulitan untuk mengonsumsi obat dalam bentuk tablet, maka memilih bentuk spray adalah pilihan yang tepat.

  1. Antihistamin

Obat ini biasa dikonsumsi oleh para penderita penyakit ini untuk meredakan hidung gatal dan mengurangi bersin. Antihistamin juga terdapat dalam bentuk tablet dan semprotan.

  1. Desensitisasi

Selanjutnya, penderita penyakit ini juga bisa diobati dengan menggunakan desensitisasi. Tindakan ini merupakan tindakan untuk menyuntikkan alergen ke dalam kulit penderita pada interval waktu tertentu. Biasanya proses ini dilakukan satu kali seminggu dengan dosis yang ditingkatkan. Tujuan dari desensitisasi adalah menurunkan sensitivitas imun terhadap alergen.

Kapan harus ke dokter

Meski terlihat ringan, namun jangan pernah menyepelekan hal ini. Jika gejala-gejala di atas sudah mulai muncul dan semakin parah, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Itulah sedikit pembahasan mengenai penyakit rhinitis alergi yang harus Anda ketahui. Hal ini akan sangat bermanfaat jika sewaktu-waktu Anda menemui seseorang, kerabat, atau teman yang menderita penyakit ini sehingga Anda bisa memberikan saran dan masukan yang tepat.

admin