8 Budaya Tradisional Sebagai Potensi Wisata dan Ekonomi Kreatif Yang Mendunia

Tahukah kamu bahwa kekayaan alam dan budaya Indonesia yang sangat beragam ternyata bisa menjadi potensi pariwisata yang menarik? Banyak sekali budaya tradisional sebagai potensi wisata dan ekonomi kreatif yang beberapa sudah di ulas di website https://www.kemenparekraf.go.id/ milik Indonesia yang akhirnya mendunia dan terkenal di mana-mana.

Budaya tradisional tidak hanya menarik untuk dikunjungi, namun juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan potensi pariwisata, salah satunya pengembangan ekonomi kreatif. Jadi penasaran, mana saja sih kebudayaan tradisional di Indonesia yang turut mengembangkan ekonomi kreatif?

Contoh Budaya Tradisional Sebagai Potensi Wisata dan Ekonomi Kreatif

Kamu mungkin sering mendengar istilah ekonomi kreatif akhir-akhir ini bukan? Yap, ekonomi kreatif adalah memanfaatkan potensi wisata budaya tradisional. Beberapa yang digali potensinya adalah budaya, seni dan tradisi, serta kearifan lokal masyarakat adat.

Oleh karena itu, ekonomi kreatif berperan dalam mempromosikan dan melestarikan budaya tradisional. Buat kamu yang masih belum tahu daerah mana saja di Indonesia yang telah mengembangkan ekonomi kreatifnya, yuk cek nama-nama potensi budaya tradisional di bawah ini:

  • Desa Penglipuran, Bali

Desa Penglipuran adalah sebuah kawasan yang terletak di kaki Gunung Batur Kabupaten Bangil atau berjarak sekitar 45 kilometer dari Kota Denpasar, Bali. Desa ini terkenal dengan suasananya yang asri dan damai, serta ciri khas dataran tingginya yang masih sejuk.

Keunikan dari desa Penglipuran sendiri adalah rumah-rumah penduduknya yang tertata rapi m dan dibangun dengan gaya arsitektur khas Bali yang amat mempesona.

Selain itu, pihak desa juga melarang penggunaan kendaraan bermotor di kawasan ini sehingga menambah asri suasana desanya. Penduduk desa Penglipuran juga sangat ramah terhadap wisatawan. Desa ini turut memberikan sumbangsih pada ekonomi kreatif di negeri ini, lho.

  • Desa Pemuteran, Bali

Selanjutnya, ada Desa Pemuteran atau terkenal dengan desa nelayan di Kabupaten Buleleng. Dulu, desa ini disebut desa kumuh. Namun karena dikelola oleh Yayasan Karang Lestari, kawasan ini pun akhirnya berkembang menjadi sebuah desa wisata.

Bagi kamu yang ingin berwisata dan mencari ketenangan, desa ini patut untuk kamu kunjungi karena suasana di sini masih sepi dan asri. Dari segi akomodasi, desa ini memiliki lebih dari 1.000 kamar, termasuk hotel, resort, dan hotel keluarga.

Tidak heran dengan akomodasi yang tersedia di desa ini, maka Pemuteran menjadi potensi wisata yang membangkitkan ekonomi kreatif.

  • Desa Ubud

Masih di kawasan Bali, desa satu ini juga tidak kalah mempesonanya. Pesona Desa Ubud tidak hanya karena pemandangan alamnya saja, tetapi juga karena potensi budaya tradisionalnya yang sudah terkenal di luar negeri.

Pementasan seni seperti seni rupa, balet, pameran lukisan cat minyak dan pameran patung sering sekali diadakan setiap hari di museum dan galeri seni Desa Ubud.

  • Desa Taman Sari, Banyuwangi

Desa Taman Sari terletak di wisata Kawah Ijen yang terkenal. Desa ini dinobatkan menjadi sebuah desa wisata dan ada 3 dusun yang mengembangkan budaya tradisionalnya hingga terkenal seantero negeri. Nama-nama dusun ini adalah Kampung Susu, Kampung Penambangan dan Kampung Bangka.

Salah satu daya tarik desa ini adalah keunikan budaya masyarakat Osing yang merupakan suku primitif Kabupaten Banyuwangi. Banyak sekali wisatawan asing yang sengaja menghabiskan liburan di desa wisata ini dan mengikuti ritual budaya suku Osing.

  • Desa Waturaka Ende, Nusa Tenggara Timur 

Desa Waturaka Ende tidak jauh dari tempat wisata Danau Kelimutu yang terkenal dengan konsep pariwisatanya yang sangat unik. Menikmati keindahan alam di Danau Kelimutu rasanya belum lengkap jika tidak mengunjungi desa wisata satu ini.

Wisatawan yang berkunjung ke desa ini akan tinggal di rumah warga kemudian melakukan aktivitas layaknya warga lainnya. Nah, kegiatan inilah yang menarik banyak turis asing untuk mencoba wisata budaya di Waturaka Ende dengan mengolah sawah dan pekarangan.

  • Desa Bontagula, Bontang

Bontang yang berada di Kalimantan Timur memang terkenal dengan kawasan industrinya. Meski demikian, pemandangan Bontang ini amatlah indah karena lokasinya berada di tepi laut, sehingga menjadikan kawasan ini sangat indah dan menawan.

Nah, Desa Wisata Bontagula merupakan salah satu kawasan dengan pemandangan laut terbaik, sehingga layak untuk dikunjungi. Daya tarik utama yang dimiliki oleh desa ini adalah keindahan lautan dan aktivitas warga pesisirnya.

  • Desa Ponggok, Kota Klaten

Klaten adalah salah nama kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Ada salah satu desa wisata yang terkenal membangkitkan ekonomi kreatif warga sekitar, namanya Desa Ponggok. Desa ini masuk dalam kecamatan Polanharjo dan menjadi tempat wisata paling populer di Jawa Tengah.

Ya, di desa ini terdapat wisata kolam bernama Umbul Ponggok. Kolam alami ini disebut sebagai tempat belajar bagi para snorkeling pemula. Di kolam renang ini, kamu bisa melihat berbagai pemandangan bawah air yang sangat mengasyikkan.

 Salah satu dampak dari hadirnya Umbul Ponggok ini tidak lain adalah masyarakat di sekitar bisa menghasilkan pendapatan 6,5 miliar rupiah setiap tahunnya. Wah, keren sekali bukan?

  • Desa Madobak di Kepulauan Mentawai 

Selain lautan yang indah dan kekayaan yang melimpah, Kepulauan Mentawai juga memiliki magnet lain, salah satunya adalah Desa Budaya Madobak.

Desa Madobak ini dinilai sebagai salah satu desa wisata terbaik yang ada di Indonesia. Desa Wisata Madobak terletak di kawasan Siberut Selatan Pulau Mentawai, Sumatera Barat. Desa ini masih memiliki tradisi tato tertua di dunia, lho.

Dengan adanya contoh-contoh langsung yang dipaparkan di atas, secara tidak langsung turut menjawab pertanyaan tentang budaya tradisional sebagai potensi wisata dan ekonomi kreatif. Kira-kira, di antara desa wisata di atas, mana nih yang paling ingin kamu kunjungi?

admin